Hai Kamu

Luka-luka di dalam lembaga,
intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,
noda di dalam pergaulan antar manusia,
duduk di dalam kemacetan angan-angan.
Aku berontak dengan memandang cakrawala.

Jari-jari waktu menggamitku.
Aku menyimak kepada arus kali.
Lagu margasatwa agak mereda.
Indahnya ketenangan turun ke hatiku.
Lepas sudah himpitan-himpitan yang mengekangku.

Jakarta, 29 Pebruari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

Related Posts:

  • GerilyaGERILYATubuh birutatapan mata birulelaki berguling di jalan Angin tergantungterkecap pahitnya tembakaubendungan keluh dan bencana Tubuh birutatap… Read More
  • Hai KamuLuka-luka di dalam lembaga, intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,noda di dalam pergaulan antar manusia,duduk di dalam kemacetan angan-angan.Aku bero… Read More
  • Sajak Seonggok JagungSeonggok jagung di kamardan seorang pemudayang kurang sekolahan. Memandang jagung itu,sang pemuda melihat ladang;ia melihat petani;ia melihat panen;d… Read More
  • Sebotol BirSAJAK SEBOTOL BIRMenenggak bir sebotol, menatap dunia,dan melihat orang-orang kelaparan.Membakar dupa,mencium bumi,dan mendengar derap huru-hara. Hib… Read More
  • TAHANANTAHANANAtas ranjang batutubuhnya panjangbukit barisan tanpa bulankabur dan liatdengan mata sepikan teraliDi lorong-lorongjantung matanyapara pemuda… Read More